TAUBAT AWAL DAN PUNCAK TAUBAT
Bertaubat menurut pengertian Bahasa adalah kembali. Sedangkan menurut pengertian syara’ (Agama) adalah berhenti dari melakukan segala perbuatan tercela menurut syara’ kepada perbuatan yang terpuji.
Abu Iskhaq Ibrahim Al-Matbuli berwasiat: Wahai saudaraku wajib dan beristiqomahlah dalam bersikap yang lurus dan bertaubat.
Taubat ada permulaan dan ada kesudahannya. Permulaan taubat ialah bertaubat dari dosa-dosa besar, bertaubat dari dosa-dosa kecil, bertaubat dari perkara yang makruh (dibenci), bertaubat dari yang selain keutamaan, bertaubat dari berprasangka bahwa dirinya itu telah baik, bertaubat dari berprangsangka bahwa dirinya itu dicintai oleh Allah, bertaubat dari prasangka bahwa dirinya telah benar-benar bertaubat, bertaubat dari kata hati yang tidak yang tidak di ridhoi Allah.
Sedangkan akhir atau puncak taubat ialah kembali kepada Allah sewaktu-waktu lupa mengingat-NYA, sekalipun hanya dalam sekejap mata atau dari satu tarikan nafas.
Ulama’ Ahli Tahqiq (orang yang mendalam pengetahuan agamanya) memberikan keterangan , bahwa orang yang mengakui serta menyesali perbuatan maksiat yang dilakukannya, kemudian dia tidak mengulanginya lagi berarti dia telah bertaubat dengan sebenarnya.
Sayyidina Nabi Muhammad SAW berpesan kepada Sayyidina Ali : Wahai Ali, barang siapa yang memakan barang syubhat, maka agama orang tersebut tidak jelas dan hati orang tersebut menjadi gelap, dan barang siapa memakan barang haram, maka hatinya tersebut akan mati, dan agama orang tersebut menjadi ringan, dan keyakinan orang tersebut menjadi lemah, dan Allah menghalangi doa orang tersebut dan ibadah orang tersebut menjadi sedikit.
Maka dari itu wahai saudaraku, marilah kita senantiasa beristigfar kepada Allah dari dosa-dosa kita, ketika kita berbuat dosa hendaknya kita langsung kembali kepada Allah dengan rasa penyesalan dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak melakukannya lagi.
Wahai saudaraku ingatlah pesan nabi akan bahaya makanan haram, kita hendaknya mulai sekarang benar-benar memilah dan memilih mana makanan halal dan mana makanan haram baik dari segi zat makanan tersebut maupun dari segi cara mendapatkan makanan tersebut.
Semoga kita semua senantiasa dalam bimbingan Allah SWT dalam menjalani kehidupan yang penuh tipu daya ini, sehingga kita ketika kembali kepada Allah menjadi tergolong orang-orang yang mendapatkan keridhoan Dari Allah dan mendapat syafa’at dari Sayyidina Nabi Muhammad SAW.
Di ambil dari kitab Wasiatul Musthofa Dan Syarah dari kitab tersebut Al Minahus Sanuyyah, tanggal 01 Ramadhan 1446 H/ 01 Maret 2025 M.

0 Response to "TAUBAT AWAL DAN PUNCAK TAUBAT"
Posting Komentar