 |
| Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di PP-Al Mubarok Medono |
Menguak
sejarah Baginda Nabi Saw. itu sulit untuk ditutup akhirnya. Karena
untuk menyifati Nabi Saw. tidak akan bisa sempurna sebab sangat
sempurnanya Nabi Saw. Kitab Maulid Nabi Saw. yang ada di Mesir ada
300-an kitab. Di Jawa yang terkenal adalah Maulid Barzanji, Syaraful
Anam Natsar, Diba’, ‘Azab, Simthud Durar. Di antara kitab-kitab maulid
tersebut saling mengisi dan saling menyempurnakan satu dengan lainnya.
 |
| KH.Zakaria Anshori dan KH.Abdul Ghofur Maimoen |
Bukan b
erarti
jika membaca Simthud Durar itu yang paling agung, tidak! Jangan salah
paham. Baca Barzanji atau Diba’ itu yang paling top, tidak! Semua yang
berkaitan dengan Rasulullah Saw. itu pasti top! Ada yang membaca
shalawat Fatih, memuji luar biasa kepada Rasulullah Saw., ada pula
dengan shalawat yang lain, semua sama-sama urusannya dengan Kanjeng Nabi
Saw.
Membaca surat
al-Ikhlas yang khasiatnya luar biasa tidak berarti kalah dengan yang
membaca surat Yasin, karena sama-sama Kalamullah. Tidak untuk saling
mengunggul-unggulkan. Beralasan bahwa al-Ikhlas adalah surat inti dari
al-Quran, itu sah-sah saja. Jamaah Yasinan terkadang tidak terima
berdalih Yasin adalah qalbu al-Quran. Tapi kembalikan bahwa semua itu
adalah sama-sama al-Quran, Kalamullah. Selesai.
 |
| KH. Abdul Ghofur Maimoen Zubair |
Begitupula
membaca shalawat, semua kaitannya dengan Kanjeng Nabi Saw. Selesai.
Kemudian yang belum selesai apanya? Kitalah yang belum selesai, karena
untuk menguak mutiara-mutiara terpendam di dalam sejarah Baginda Nabi
Saw. Kita ambil contoh tentang konsep dakwah Nabi Saw., Makkah dan
Madinah. Pertama konsep Makkah, bagaimana sebelum Rasulullah Saw.
dilahirkan, banyak hal yang luar biasa.
Jangan dikira Bangsa
Arab itu bangsa yang bodoh, hanya saja kenapa tetap dijuluki
“jahiliyyah”? Karena pintarnya Bangsa Arab kebablasan. Bangsa Arab telah
mengenal ilmu syair, yang sudah tentu ahli syiir membutuhkan
seperangkat ilmu bahasa Arab seperti nahwu, sharaf hingga ‘arudh. Mereka
tahu apa itu bahar thawil, bahar basith, sehingga tahu not-notnya. Itu
menunjukkan bahwa Bangsa Arab bukanlah bangsa yang bodoh.
 |
| Habib Zaid bin Abdurahman bin Yahya |
Maka
untuk mengimbanginya, tidak mungkin Bangsa Arab itu murni “jahiliyyah”
mutlak. Karena tidak mungkin al-Quran diturunkan kepada mereka jika
Bangsa Arab tidak mampu memahaminya. Karena mereka adalah bangsa yang
pandai, mengerti ilmu syair, tatkala membaca al-Quran akan langsung
memahami bahwa al-Quran bukanlah berasal dari manusia. Pasti orang yang
membawanya adalah orang yang luar biasa karena telah dituntun oleh Yang
Maha Mencipta. Dlsb.
(Ditranskrip dan dialihbahasakan dari
kutipan ceramah Maulana Habib M. Luthfi bin Yahya dalam acara Peringatan
Maulid Nabi Saw. dan Haul KH. Abdul Lathif serta Sesepuh Desa Medono
Pekalongan, di PP Al-Mubarok asuhan KH. Zakaria Anshor, 27 Januari
2017).
berikut simak videonya disini
https://youtu.be/fm4PyapwORM
https://youtu.be/kONJd-3fBdo
Syaroni As-Samfuriy Ismi Jo-Jo As Syakri
0 Response to "TIDAK MUNGKIN AL QUR'AN DI TURUNKAN UNTUK BANGSA BODOH"
Posting Komentar